Air Tawar di Pulau Kecil (Terumbu Karang) dan Wilayah Pesisir di Indonesia :Masalah dan Antisipasi Terhadap Kenaikan Muka Air Laut Global

Collection Location Perpustakaan Pusat Penelitian Geoteknologi - LIPI Contact Detail
Edition
Call Number (063)551
ISBN/ISSN 9789798636158
Author(s) Arsadi, Edi M.
Hadiwisastra, Sapri
Susilohadi
Hantoro, Wahyoe S.
Masduki, A.
Subject(s) Pulau Kecil
Air tawar
Classification (063)551
Series Title Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Puslit Geoteknologi 2008 : Peran Riset Geoteknologi Dalam Mendukung Pembangunan Berwawasan Lingkungan
GMD Prosiding
Language Indonesia
Publisher Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI
Publishing Year 2008
Publishing Place Bandung
Collation Hal. 235
Abstract/Notes Pulau-pulau kecil di Indonesia, berdasar genesanya dapat dikelompokkan sebagai pulau volkanik, tetonik, relik sisa paparan, delta dan pulau terumbu karang. Pengelompokan genesa ini menghasilkan gambaran morfologi pulau-pulau kecil dimana satu dengan yang lain sangat berbeda. Pulau dengan morfologi berbukit dan berpantai curam mencirikan pulau tektonik dan volkanik, maupun relik paparan, sementara pulau delta dan terumbu karang pada umumnya memiliki morfologi landai dan datar. Demikian halnya dengan kawasan pesisir pulau utama, pada dasarnya dapat dikenali genesanya seperti halnya pada pulau kecil, namun umumnya memiliki paparan luas dataran rendah basah dan atau rawa. Sejumlah pulau kecil dan wilayah pesisir terpilih telah dipelajari genesa dan geologinya dengan berbagai pendekatan untuk mengetahui perubahan lingkungan serta mengenali sifatnya pada keragaman sumberdaya hayati maupun nirhayati, dalam hal ini neraca hidrologi yang sangat tergantung pada kondisi geologi dan meteorologinya. Kajian terutama dilakukan pada pulau dan pesisir berpantai landai dengan sedimen lepas karbonat resen hingga Holosen. Beberapa pengukuran geofisika dan pemboran inti telah dilakukan untuk mengetahui geologi dan keberadaan air tawar di pulau kecil serta pesisir. Geologi di pulau kecil memperlihatkan suatu urutan pengendapan terumbu karang yang mengalami perulangan perubahan muka laut terutama dengan ciri pengendapan seiring kenaikan cepat muka laut sejak zaman es terakhir (14.000 th). Data tersebut juga mengandung ciri dimana gugusan pulau terumbu karang berada pada gejala tektonik penurunan maupun pengangkatan, yang dalam hal ini juga dipertegas oleh data seismik pantul dangkal dari kawasan disekitarnya. Geologi di bagian delta juga memperlihatkan ciri sedimentasi di suatu cekungan dengan gejala
penurunan tektonik seiring perubahan muka laut sejak beberapa kali perioda ulang muka laut glasial-interglasial (Kuarter Atas). Walau pada sekuen sedimennya terdapat endapan pasir, namun sangat kecil menemukan aquifer air tawar yang memadai untuk pengelolaan berkelanjutan. Memperhatikan skenario pesimistik IPCC mengenai kenaikan muka laut global 1 cm/tahun, maka sebagian besar pesisir dan terutama pulau-pulau kecil sesungguhnya saat ini berada pada ancaman serius dengan berbagai akibatnya. Ancaman tersebut, salah satunya adalah akan menjadi sangat berkurangnya ketersediaan air tawar pulau yang hanya diperoleh dari air meteorik. Naiknya muka air laut akan menaikkan muka air asin di pulau yang di atas mana saat ini bertengger lensa air tawar yang akan segera menipis, yang berdasar pengukuran saat ini mempunyai tebal tidak merata hanya antara 2-4 m. Langkah awal mengatasi masalah ini terutama
di pulau terumbu karang karbonat adalah melakukan upaya peningkatan imbuhan air meteorik dengan injeksi pada akuifer berdasar keadaan geologinya, serta diikuti dengan pengaturan pemakaian air tawar sehingga selalu seimbang neracanya. Di sisi lain perlu diusahakan memperhalus sedimen yang menjadi tempat air tawar terkumpul sehingga dapat menghalangi
masuknya air asin dari formasi dibawahnya maupun langsung dari arah samping (pantai) ketika pasang naik paling tinggi. Upaya ini dapat dilakukan dengan penanaman jenis pohon tertentu yang sudah diuji kemampuan dan perilakunya sehingga dapat cepat memberi hasil utama dan sampingan namun juga terhindar dari dampak-dampak negatif antara lain kelebihan evapotranspirasi yang pada akhirnya bahkan dapat mengurangi persediaan air di pulau. Upaya peningkatan kualitas air tawar juga dilakukan dengan pengolahan limbah air keluarga yang luarannya juga diusahakan dikembalikan sebagai bagian dari neraca air tawar pulau kecil-pesisir.
Specific Detail Info
Image
Download PDF
atau gunakan fasilitas google search dengan memasukan kata kunci
Air Tawar di Pulau Kecil (Terumbu Karang) dan Wilayah Pesisir di Indonesia :Masalah dan Antisipasi Terhadap Kenaikan Muka Air Laut Global ; filetype:pdf
  Back To Previous