Kajian Sistem Evakuasi Vertikal Secara Detail Di Kota Padang Sebagai Alternatif Pengurangan Kerentanan Dan Resiko Bahaya Tsunami

Collection Location Perpustakaan Pusat Penelitian Geoteknologi - LIPI Contact Detail
Edition
Call Number (063)551 PUS p
ISBN/ISSN 9789798636165
Author(s) Wibowo, S. Y.
Yunarto
Anwar, Herryal Z.
Ruslan, M.
Wahyudin, Asep
Subject(s) Waktu evakuasi
Waktu perkiraan tsunami datang
Vertical evakuasi
Horizontal evakuasi
Classification (063)551
Series Title Peran Puslit Geoteknologi Dalam Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Alam dan Mitigasi Kebencanaan di Indonesia
GMD Prosiding
Language Indonesia
Publisher Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI
Publishing Year 2009
Publishing Place Bandung
Collation Hlm. 193-201
Abstract/Notes Penelitian sistem evakuasi vertikal terhadap bahaya tsunami yang dilakukan di kota Padang ditujukan untuk mengurangi kerentanan (vulnerability) masyarakat terhadap bahaya tsunami dan sebagai alternatif dari sistem evakuasi horizontal yang telah diterapkan selama ini. Lokasi evakuasi horizontal yang telah ditetapkan mengakibatkan waktu tempuh masyarakat lebih dari satu (1) jam untuk penduduk yang berada di titik terjauh di Kota Padang sedangkan waktu perkiraan gelombang tsunami tiba di pantai (estimate time arrival - ETA) diperkirakan kurang dari 30 menit setelah terjadinya gempa. Proses persiapan evakuasi masyarakat sejak peringatan dini diumumkan melalui sirine BMKG (institiusi yang berwenang mengeluarkan keputusan peringatan dini tsunami), setelah gempa kuat yang memicu gelombang tsunami, hingga masyarakat mulai melakukan evakuasi diperkirakan memerlukan waaktu sekitar 20 menit. Dengan demikian waktu yang tersisa untuk mencapai lokasi evakuasi berarti kurang dari 30 - 20 menit = kurang dari 10 menit. Sebagai konsekuensinya, bangunan evakuasi vertikal yang dapat dicapai dalam waktu kurang dari 10 menit menjadi plilihan utama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas disekitarnya untuk menyelamatkan jiwanya. Dalam kajian ini telah terseleksi sekitar 90 unit bangunan diatas 2 tingkat yang dapat digunakan sebagai selter evakuasi vertikal, namun demikian jumlah ini berkurang sekitar 40 persen akibat gempa 30 September 2009 yang lalu di Padang. Bangunan yang tersisa diperkirakan masih dapat dimanfaatkan sebagai selter bangunan evakuasi vertikal, akan tetapi direkomendasikan kepada Pemerintah daerah agar melalukan evaluasi yang lebih mendalam terhadap stabilitas struktur bangunan-bangunan tersebut. Selain itu direkomendasikan pula kepada Pemerintah daerah agar dapat membangun lokasi-lokasi bangunan khusus evakuasi vertical di lokasi yang tidak tercakup oleh bangunan-bangunan yang sudah ada.
Specific Detail Info
Image
Download PDF
atau gunakan fasilitas google search dengan memasukan kata kunci
Kajian Sistem Evakuasi Vertikal Secara Detail Di Kota Padang Sebagai Alternatif Pengurangan Kerentanan Dan Resiko Bahaya Tsunami ; filetype:pdf
  Back To Previous