Penggunaan Konsentrasi Hormon Progesteron Untuk Deteksi Status Reproduksi Ternak Sapi Perah post partum

Collection Location Perpustakaan Pusat Penelitian Geoteknologi - LIPI Contact Detail
Edition Vol. 5 No. 2
Call Number (05)546 PUS j
ISBN/ISSN 19070322
Author(s) Tjiptosumirat, Totti
Subject(s) Inseminasi buatan
RIA
Progesteron
Classification (05)546
Series Title Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
GMD Jurnal
Language Indonesia
Publisher Badan Tenaga Nuklir Nasional, BATAN
Publishing Year 2009
Publishing Place Jakarta
Collation Hlm. 103-117
Abstract/Notes Pemantauan fisiologis terhadap pulihnya ovarium untuk dapat beraktivitas kembali post partum telah dilakukan dengan menggunakan 54 ekor ternak sapi perah Frisian Holstein (PH) multiparus. Ternak terkelompok menjadi 2 populasi; sebanyak 23 ekor ternak mendapat pakan dan minum ad libitum serta tambahan konsentrat dengan perbandingan 1:2 untuk konsentrat dan produksi susu (K1), dan sebanyak 31 ekor ternak mendapat perlakuan serupa dengan K1 dan diberi tambahan pakan suplemen UMMB sebanyak 300 g/ekor/hari mulai dari 1 bulan menjelang kelahiran hingga 2 bulan post partum (K2). Layanan IB pada ternak K2 didasarkan pada informasi hasil pemantauan hormon progesteron sedangkan pada K1 didasarkan pada pengamatan birahi secara konvensional atau visual. Pengamatan fisiologis ovarium dilakukan dengan mengukur konsentrasi progesteron dalam susu yang dimulai dari 1 bulan prepartum hingga 2 bulan post partum. Pemberian pakan suplemen memberikan pengaruh yang nyata (P kurang dari 0.01) terhadap kembali berfungsinya ovarium post partum. Tenggang waktu antara kelahiran dan ovulasi I post partum, antara kelahiran dan IB I, antara kelahiran dan kebuntingan, serta jarak antara dua kelahiran masing-masing untuk ternak K1 dengan K2 adalah: 99,2 ± 10/2 vs 55,5 ± 4,6 hari; 136,1 ± 6,9 vs 96,7 ± 13,6 hari; 198,7 ± 14,9 vs 103,0 ± 3,0 hari; dan 403,8 ± 7,7 vs 371,3 ± 15,6 hari. Selain itu, aplikasi teknik RIA progesteron dan pemberian pakan suplemen memberikan perbaikan dari kinerja reproduksi ternak sapi perah secara keseluruhan yang ditandai dengan jumlah IB per kebuntingan (service per conception; S/C), masing-masing untuk ternak K1 dengan K2, yaitu 3,4 vs 2,3. Keadaan ini menunjukkan bahwa aplikasi teknik RIA progesteron dapat meningkatkan efisiensi layanan IB dan pakan suplemen dapat memperpendek tenggang waktu antara kelahiran hingga kebuntingan berikutnya (days open) ternak sehingga waktu antar kelahiran pada ternak sapi perah dapat dipersingkat.
Specific Detail Info
Image
Download PDF
atau gunakan fasilitas google search dengan memasukan kata kunci
Penggunaan Konsentrasi Hormon Progesteron Untuk Deteksi Status Reproduksi Ternak Sapi Perah post partum ; filetype:pdf
  Back To Previous