Studi Hubungan Konsentrasi Hormon Progesteron Dengan Jumlah Korpus Luteum Pada Kambing

Collection Location Perpustakaan Pusat Penelitian Geoteknologi - LIPI Contact Detail
Edition Vol. 5 No. 1
Call Number (05)546 PUS j
ISBN/ISSN 19070322
Author(s) Tjiptosumirat, Totti
Subject(s) RIA
Progesterone
Laparoskopi
Korpus luteum
Classification (05)546
Series Title Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
GMD Jurnal
Language Indonesia
Publisher Badan Tenaga Nuklir Nasional, BATAN
Publishing Year 2009
Publishing Place Jakarta
Collation Hlm. 43-53
Abstract/Notes Sebagai upaya untuk mengetahui akan adanya bunting kembar secara alami, studi hubungan antara jumlah sel telur (ova), yang digambarkan dengan jumlah korpora lutea (CL), dengan konsentrasi hormon progesteron pada 12 ekor ternak kambing betina dewasa telah dilakukan. Percobaan ini bertujuan melihat hubungan antara jumlah sel telur, yang digambarkan dengan jumlah korpora lutea- dengan konsentrasi hormon progesteron pada ternak kambing. Dalam percobaan, seluruh ternak (n = 12) mendapatkan perlakuan sinkronisasi estrus (birahi) dengan mengijeksikan secara intra muskular (i.m.) Estrumates sebanyak 2 kali dengan interval 10 hari. Observasi jumlah sel telur yang dilepaskan dari ovarium, yang digambarkan dengan jumlah CL terpantau, dilakukan dengan aplikasi teknik laparoskopi. Hewan percobaan dibagi menjadi dua kelompok pengamatan berdasarkan pada jumlah sel telur terobservasi, yaitu kelompok K lebih dari samadengan 2CL dan K lebih besar 2CL. Sampel darah diambil dari seluruh hewan percobaan saat dilakukan sinkronisasi birahi, yaitu: -10, -1, 0, 2, 11 dan 21 hari periode birahi untuk dianalisis konsentrasi hormon progesteron. Analisis dilakukan memakai teknik radioimmunoassay (RIA). Terdapat hubungan yang signifikan (P kurang dari 0,01) antara jumlah sel telur terovulasi dengan konsentrasi progesteron dalam serum pada pertengahan siklus birahi (fase luteal). Rata-rata konsentrasi progesteron pada fase ini 4,00 ± 0,89 dan 5,95 ± 0,90 nMol/L masing-masing untuk kelompok K lebih dari samadengan 2CL dan K lebih dari 2CL. Kegiatan pengamatan ini mengkonfirmasikan bahwa konsentrasi hormon progesteron dapat digunakan sebagai indikator untuk memprediksi jumlah sel telur terovulasi yang dapat digunakan dalam program twinning pada ternak ruminansia kecil.
Specific Detail Info
Image
Download PDF
atau gunakan fasilitas google search dengan memasukan kata kunci
Studi Hubungan Konsentrasi Hormon Progesteron Dengan Jumlah Korpus Luteum Pada Kambing ; filetype:pdf
  Back To Previous