HUBUNGAN GAYA MENGAJAR GURU PAI TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PAI” (Studi Analisis tentang Teknik Pengajaran PAI di SD Indihiang Gadis, Kota Tasikmalaya).

Collection Location Perpustakaan STAI Tasikmalaya Contact Detail
Edition
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) Nana N
Subject(s)
Classification skripsi PAI
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher STAI
Publishing Year 2010
Publishing Place Tasikmalaya
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK

Nana N : ”Hubungan Gaya Mengajar Guru PAI Terhadap Minat Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran PAI” (Studi Analisis tentang Teknik Pengajaran PAI di SD Indihiang Gadis, Kota Tasikmalaya).


Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari.
Dan Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. (KBBI)
Tuhan telah mengajarkan sejumlah al-asma, yang berarti Allah mengajarkan berbagai konsep dan pengertian serta memperkenalkan sejumlah nama-nama benda alam (termasuk lingkungan) sebagai salah satu sumber pengetahuan. Konsep dan pengertian dapat diungkapkan melalui bahasa. Oleh karena itu, Tuhan pada dasarnya mengajarkan bahasa kepada Adam, sehingga Adam mampu menangkap konsep dan pengertian; ia mempelajari lingkungan sebagai salah satu sumber pengetahuan. Pada saat itu Adam telah menguasai simbol sehingga iapun memiliki sarana untuk berpikir (termasuk berpikir ilmiah) dengan simbol itu ia bisa berkomunikasi menerima transferensi pengetahuan, memperoleh transformasi ilmu, internalisasi nilai dan sekaligus mampu melakukan telaah ilmiah.
Adam telah memperoleh pelajaran dari Tuhan yang kontentnya adalaah alam dan lingkungan (ekologi) nya berarti ia telah mempunyai rujukan dasar untuk mengungkapkan dan mengetahui fenomena alam selanjutnya. Jadi proses belajar Adam pada saat awal kehadirannya dalam alam telah sampai pada tahap praeksplorasi fenomena alam, dengan pengetahuan mengenal sifat, karakteristik dan prilaku alam.
Salah satu bagian penting dari proses belajar adalah kemampuan individu memproduksi hasil belajarnya. Adam ternyata dapat memproduksi hasil belajar, Kenyataan tersebut terbukti dengan kemampuan dalam menerangkan dan menyebutkan al-asma’ yang telah diajarkan Tuhan kepada malaikat.
Proses belajar yang dilakukan Adam selanjutnya (termasuk istrinya) adalah keterlibatan mereka dalam memilih alternatif (ketika mereka mendiami surga dan mendapat larangan mendekati suatu pohon). Ketika itu Adam dan istrinya berada dalam situasi “belajar” dalam bentuk membuat pertimbangan-pertimbangan untuk memilih nilai dan mengambil keputusan (dekat dengan metode problem solving atau inquiry method). Mereka berhasil memperoleh pengetahuan yang kritis dan praktis. Keduanya telah melatih tingkah laku melalui bermasalah yang berguna untuk memecah problem ketika berada di bumi.
Para ahli pendidikan telah mencoba merumuskan batasan pengertian tentang pengajaran, diantaranya seperti yang dikatakan oleh Hasan Langgulung bahwa pengajaran adalah pemindahan pengetahuan dari seseorang yang mempunyai pengetahuan kepada orang lain yang belum mengetahui.
Specific Detail Info
Image
Download PDF
atau gunakan fasilitas google search dengan memasukan kata kunci
HUBUNGAN GAYA MENGAJAR GURU PAI TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PAI” (Studi Analisis tentang Teknik Pengajaran PAI di SD Indihiang Gadis, Kota Tasikmalaya). ; filetype:pdf
  Back To Previous